Jumat, 08 Juli 2016

Olahraga Bagi Orang Yang  Menderita Obesitas

Orang yang memiliki masalah dengan berat badan atau obesitas di sangat anjurkan untuk banyak bergerak seperti halnya olahraga dan memang oalahraga bagi penderita obesitas tentunya tidak sama bagi orang yang memlikiki berat badan normal dan Olahraga Bagi Orang Yang  Menderita Obesitas bisa dilakukan sendiri atau dengan mengikuti anjuran dokter .Menurut dr SOPHIA HAGE residen kedokteran olahraga FKUI "bagi penderita obesitas dianjurkan olahraga dengan intensitas tertentu bukan intensitas tinggi"kenapa tidak boleh dengan olahraga yang intensitasnya tinggi?ini semua karena kapasitas jantung parunya belum optimal di sebabkan oleh badan yang gemuk.Dan berat badanya juga merupakan beban yang sangat sulit untuk melakukan gerakan tubuh.Penderita obesitas tidak dianjurkan untuk melakukan gerakan dengan lompatan karena ini akan berpengaruh pada persendian terutama lutut,pergelangan kaki dan tulang.

Untuk melakukan gerakan lompatan Olahraga Bagi Orang Yang  Menderita Obesitas harus di lakukan penurunan berat badan terlebih dahulu .Yang terpenting dan perlu di perhatikan persiapan secara umum jika kita mau olah raga baik penderita obesitas maupun bukan penderita adalah harus melakukan pemanasan terlebih dahulu,jangan lupa untuk cek nadi terlebih dahulu.Caranya adalah cari titik denyut nadi kemudian tempel tangan kita untuk mengecek denyut nadi kemudian hitung jangan terlalu lama yaitu cukup 30 detik saja kemudian hasilnya di kalikan 4 dan hasilnya adalah denyut nadi normal sebelum melakukan gerakan.Denyut nadi normal adalah 60-100 per menit.Tujuan dari pemanasan adalah untuk menaikkan denyut nadi sebelum memulai olahraga.
Dan berikut ini adalah sebuah video contoh untuk Olahraga Bagi Orang Yang  Menderita Obesitas yuk langsungtonton!!!

Sumber https://www.youtube.com/watch?v=_0YEUsBJllc

Selasa, 05 Juli 2016

Cara Mengobati Obersitas 

Apa itu Obesitas? adalah merupakan sebuah kondisi kronis di mana terjadinya penumpukan lemak di dalam tubuh sehingga melebihi batas yang baik untuk kesehatan. Pengukuran berat badan serta kaitannya dengan kesehatan ini bisa diukur melalui penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT).
IMT adalah perhitungan berat badan mengacu pada rasio berat dan tinggi badan seseorang. IMT Perhitungan manfaat ini adalah, apakah seseorang adalah kelemahan, kelebihan berat badan, sehat.


Rumus yang dipakai dalam penghitungan IMT adalah berat tubuh dalam kilogram dibagi dengan tinggi tubuh dalam satuan meter kuadrat (m²). Sebagai contoh jika berat badan seseorang adalah 66 kilogram dan tingginya adalah 1,65 meter, maka penghitungannya adalah 66/(1,65 X 1,65)= 24,24 kg/m².
Jika Anda termasuk populasi Asia dan hasil IMT Anda berada di bawah angka 18,5 kg/m², maka Anda kekurangan berat badan. Sedangkan jika berada di antara 18,5-22,9 kg/m², maka bobot tubuh Anda termasuk sehat.
Jika hasil IMT Anda berada di antara 25-30 kg/m², maka Anda kelebihan berat badan. Meski belum dikategorikan sebagai obesitas, Anda perlu berwaspada karena pada tahapan ini risiko masalah kesehatan seperti diabetes tipe 2, stroke, dan penyakit jantung sudah meningkat.
Seseorang baru masuk ke dalam kategori obesitas jika hasil IMT-nya menunjukkan angka di atas 30 kg/m². Pada tahap ini, risiko terkena masalah-masalah kesehatan tadi menjadi makin tinggi.

Penyebab obesitas

Untuk dapat melakukan aktivitas seharian, kita membutuhkan energi. Energi kita dapatkan dari makanan yang kita makan. Sementara jumlah asupan energi lebih besar dari yang dibutuhkan untuk mendukung operasi, maka energi yang masih tersimpan dalam tubuh akan disimpan sebagai lemak.
Dua hal utama yang menyebabkan seseorang terkena obesitas adalah pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik. Seseorang yang banyak mengonsumsi makanan tinggi kalori dalam bentuk gula dan lemak, ditambah gaya hidupnya yang tidak banyak bergerak, akan rentan untuk mengalami obesitas.
Selain faktor makanan dan gerak fisik, obesitas juga bisa disebabkan oleh masalah kesehatan seperti hipotiroidisme atau kurangnya produksi hormon oleh kelenjar tiroid, oleh obat-obatan seperti kortikosteroid, atau oleh faktor genetika.

Bagaimana Cara Pengobatan obesitas

Obesitas tidak boleh diabaikan karena dapat memicu masalah kesehatan seperti stroke, penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker seperti kanker usus dan payudara.
Obesitas dapat ditangani sendiri dengan disiplin menerapkan pola makan sehat seperti mengonsumsi makanan rendah lemak dan gula, serta berolahraga secara teratur seperti berjalan, bersepeda, bermain bulu tangkis, atau berenang. Selain dengan kedua langkah tersebut, penanganan obesitas juga bisa ditunjang dengan konsumsi obat-obatan, seperti misalnya orlistat.

Dalam beberapa kasus, obesitas dapat ditangani dengan operasi. Operasi biasanya hanya dilakukan jika obesitas sudah sangat parah sehingga dikhawatirkan dapat mengancam nyawa penderitanya. Operasi juga dipertimbangkan jika usaha-usaha menurunkan berat badan yang sudah dilakukan untuk beberapa waktu tidak membuahkan hasil.
Perlu kita ketahui bahwa penurunan berat badan yang dilakukan dengan usaha sendiri membutuhkan waktu yang cukup lama dan butuh kesabaran. Karena harus di lakuakan secara kontinuitas agar hasil dapat diraih dan dipertahankan dalam jangka panjang.
Sumber http://www.alodokter.com/obesitas

BANNER FREE MEMBER

Popular Posts